PMII Subang Sampaikan Aspirasi melalui Ketua DPRD, Ini Isinya

Subang, AnsorSubang.or.id – PC PMII Kabupaten Subang menyambangi Gedung DPRD Subang untuk menyampaikan aspirasi, bersilaturahmi dan mengenalkan kepengurusan baru, Selasa, (22/2/2022).

Selain itu, PMII Subang menyoroti permasalahan lingkungan hidup, bencana banjir dan informasi publik.

Ketua PMII Subang, Ibnu Fajar Ruli bersama jajarannya telah mendiskusikan permasalahan tersebut dalam forum internal.

“Sebagaimana fungsi DPRD dalam hal pengawasan yang dapat menjembatani permasalahan di Subang, diantaranya sampah yang menumpuk sehingga mengakibatkan terjadinya banjir setiap tahun, diharapkan ada upaya antisipasi”, ungkap Ibnu.

Ia menambahkan, pengadaan informasi publik dalam rangka keterbukaan informasi di era digital pun sangat perlu direalisasikan. Imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I PC PMII Subang, Andri Isnaeni mengeluhkan bahwa terkait pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang ada di Subang sangatlah memperihatinkan.

“Kami berdiskusi menyoal pendidikan, khusus mengenai tenaga pengajar di lembaga pendidikan. Seharusnya pendidik mendapatkan kesejahteraan yang layak, namun ini sama sekali tidak didapatkan oleh mereka guru-guru non PNS.”, tegas Andri.

Ia pun berharap dengan fungsi pengawasan yang dimiliki DPRD tentunya bisa menjembatani kami untuk bisa berdiskusi menyoal hal ini sehingga menemukan solusi-solusi terbaik dengan pemerintah terkait (red: Disdikbud)”. Kata Andri

Ketua DPRD Kabupaten Subang, H. Narca Sukandana, S.Sos. mejawab keluhan masalah tersebut.

“Tentu ada hak kerjasama atau kemitraan, memang tenaga pendidik/pengajar di Subang masih kekurangan makanya di adakan PPPK banyak yang mendaftar namun kuotanya terbatas dan DPRD siap menghubungkan antara PC PMII Subang dengan Instansi terkait.” ungkapnya.

Ketua DPRD Subang mengucapkan terima kasih kepada PC PMII Kab. Subang yang telah melakukan silaturahim dan menyampaikan aspirasinya.

PC PMII Subang menginginkan adanya keterbukaan pintu DPRD Subang untuk mahasiswa dan pemuda, agar mahasiswa terutama PMII tidak usah teriak-teriak dan membuang tenaga untuk menyampaikan aspirasinya. (Lian Haryatna)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *