Pesan Mbah Moen untuk Indonesia

Wasiat Mbah Moen yang Tersimpan Dalam Kamar Pribadi, Pesan Penting untuk Indonesia

0
9
Mbah Moen menerima rombongan Kirab satu Negeri di kediamanya Komplek Al Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah, Ahad (14/10/2018).

ANSORJATENG.NET, REMBANG – Putra KH Maimoen Zubair, KH Taj Yasin atau Gus Yasin mengungkapkan terdapat pesan atau wasiat Mbah Moen yang ada dalam kamar pribadi di Sarang, Rembang.

DIungkapkannya pula, bahwa kamar pribadi Mbah Maimoen nantinya akan ditempati oleh KH Abdulah Ubab atau Gus Ubab.

Hal itu diungkapkan Gus Yasin, yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah, seusai menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI, di Alun-alun Rembang, Sabtu (17/8/2019).

Gus Yasin mengungkapkan, Mbah Moen juga memberikan pesan kepada dirinya, yakni memberi wasiat tentang kamar pribadi, sebelum Syaikhona wafat.

“Mbah Moen telah mewasiatkan kamar pribadinya untuk putra tertua Mbah Moen yaitu KH Abdulah Ubab (Gus Ubab). Ketika di hotel Jakarta sudah menyampaikan kepada saya secara khusus, bukan hanya sekali tetapi juga beberapa kali menyampaikan kepada saya,” jelasnya, Sabtu (17/8/2019).

Dikatakan, Mbah Moen menyampaikan ke dirinya bahwa kamar pribadinya sudah diberikan kepada kakak tertua dan Mbah Moen mengingatkan agar jangan dibuka terlebih dahulu sebelum dirinya wafat.

“Ini pesan saya, kalau saya sudah gak ada (wafat, red) kamar itu baru boleh dibuka,” kata Gus Yasin.

Dijelaskan Gus Yasin, kini kamar tersebut sudah dibuka oleh pihak keluarga, utamanya penerima wasiat yakni Gus Ubab, setelah mendapatkan kabar duka wafatnya sang ayah.

“Usai menerima kabar duka dari Makkah Mbah Moen wafat, maka sesuai pesannya kamar pribadi Abah terus dibuka oleh penerima wasiat, dengan disaksikan oleh seluruh keluarga yang ada di Sarang Rembang,” ungkapnya.

Saat kamar pribadi Mbah Moen dibuka, lanjut Gus Yasin, kamar sudah dalam kondisi rapi, berisi kitab-kitab ilmu agama yang tersusun rapi. Selain itu, terdapat wasiat Mbah Moen berupa nasehat untuk keluarga dan bangsa Indonesia.

Namun, Gus Yasin enggan menyebutkan secara rinci apa saja yang diwasiatkan ulama karismatik yang dimiliki bangsa Indonesia itu.

“Sudah saya buka, kemarin pas Mbah Moen gak ada langsung kita buka, banyak tertulis wasiat beliau yang sudah ditata rapi. Kalau wasiat Abah banyak, kalau wasiat untuk masyarakat Indonesia itu menjadi negara yang maju, negara panutan,” bebernya.

“Mbah Moen berkeinginan Indonesia menjadi negara yang damai. Karena, para nenek moyang bangsa Indonesia adalah pemilik simbol-simbol perdamaian. Sehingga banyak yang ingin singgah,” imbuh Gus Yasin.

Ia juga pernah mendengar dari Mbah Moen, bahwa Negara Indonesia sebenarnya Islam. Dahulu sebelum ada Nabi memang tidak Islam, namun tauhid sudah ada di Indonesia.

Selain itu, orang di Indonesia adalah orang yang tidak ingin konflik.

“Ayo, orang nenek moyang kita yang memiliki simbol yang tidak ingin berkonfilk sudah mendiaminya Indonesia, maka konflik itu harus dihentikan, itu pesan Mbah Moen,” pungkasnya. (Ahmad Asmui/Muiz/NUOnline)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *