Idul Fitri 2026 Berpotensi Beda Hari? Ketua Ansor Subang Tegaskan Satu Hal Penting Ini!
SUBANG, ansorsubang.or.id – Menyikapi adanya potensi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh kader Ansor, Banser, serta masyarakat luas. Langkah ini diambil guna memastikan ukhuwah Islamiyah dan kondusivitas di wilayah Kabupaten Subang tetap terjaga dengan baik.
Ketua PC GP Ansor Subang, Ahmad, S.Pd.I, M.M, menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah adalah bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam yang didasari pada metode hisab dan rukyat. Menurutnya, dinamika fiqhiyah ini sudah selayaknya disikapi dengan kedewasaan tinggi.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. Persatuan umat jauh lebih penting daripada memperdebatkan perbedaan,” tegas Ahmad dalam keterangan resminya hari ini.
Instruksi untuk Kader Akar Rumput
GP Ansor Subang sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama menegaskan akan tegak lurus mengikuti keputusan resmi pemerintah yang berpegang pada prinsip imkan rukyat. Lebih jauh, Ahmad menginstruksikan seluruh kader di tingkat kecamatan (PAC) hingga desa (Ranting) untuk bertindak sebagai penyejuk di tengah masyarakat.
1. Kader dilarang menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penetapan lebaran.
2. Banser diinstruksikan membantu aparat dalam menjaga keamanan lingkungan menjelang malam takbiran.
3. Mengedepankan dialog yang santun jika terjadi diskusi mengenai perbedaan hari raya di lingkungan masing-masing.
Ahmad berharap momentum Idul Fitri 1447 H kali ini tetap menjadi sarana mempererat silaturahmi, bukan menjadi celah perpecahan.
”Momentum Idul Fitri hendaknya menjadi sarana mempererat persaudaraan. Kami berharap masyarakat Subang dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian, saling menghormati, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan,” pungkasnya.