Hari Pahlawan Nasional 2025: Pemerintah Tetapkan 10 Pahlawan Baru, Dua Tokoh Besar NU Jadi Sorotan
AnsorSubang.or.id, Jakarta – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa yang dinilai berjasa luar biasa bagi Republik Indonesia. Dari sepuluh tokoh tersebut, dua nama besar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi sorotan utama, yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Keduanya mewakili dua generasi perjuangan. Syaikhona Kholil sebagai ulama peletak dasar pendidikan dan spiritualitas Islam Nusantara di abad ke-19, serta Gus Dur sebagai penerus semangat kemanusiaan dan pluralisme di abad ke-20. Keduanya mencerminkan wajah Islam Indonesia yang moderat, berkeadilan, dan berakar kuat pada nilai-nilai keindonesiaan.
Syaikhona Muhammad Kholil, lahir di Bangkalan, Madura sekitar tahun 1820, dikenal sebagai guru dari banyak ulama besar termasuk pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Ia adalah simbol keulamaan dan keteladanan spiritual yang menanamkan nilai perjuangan melalui ilmu dan keikhlasan. Kontribusinya tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga dalam membangun semangat kemandirian dan nasionalisme umat di masa penjajahan.
Sementara itu, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, lahir di Jombang pada 7 September 1940, merupakan Presiden ke-4 Republik Indonesia sekaligus tokoh pluralisme yang memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan kesetaraan antarumat beragama. Sebagai cucu dari pendiri NU, Gus Dur menjadi simbol keterbukaan dan pemikiran Islam progresif yang menjembatani nilai keislaman dengan kemanusiaan universal.
Selain kedua tokoh tersebut, delapan pahlawan nasional lainnya yang ditetapkan tahun ini antara lain Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Jenderal (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Hj. Rahmah El Yunusiyyah, Marsinah, Sultan Muhammad Salahuddin, Tuan Rondahaim Saragih, dan Sultan Zainal Abidin Syah. Mereka berasal dari berbagai daerah dan bidang pengabdian: politik, diplomasi, pendidikan, perjuangan buruh, hingga kepemimpinan daerah.
Ketua PC GP Ansor Subang, Sahabat Ahmad, menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut.
“Penetapan Gus Dur dan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional menjadi kebanggaan besar bagi warga Nahdlatul Ulama dan seluruh umat Islam Indonesia. Mereka berdua bukan hanya tokoh keagamaan, tapi guru bangsa yang menanamkan semangat cinta tanah air, kemanusiaan, dan toleransi. Ini juga menjadi pengingat bagi kader muda Ansor dan Banser untuk terus meneladani semangat perjuangan mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.”
Peringatan Hari Pahlawan 2025 tahun ini bukan sekadar penghormatan terhadap masa lalu, melainkan juga ajakan untuk meneruskan perjuangan moral dan intelektual para pahlawan. Melalui semangat Gus Dur dan Syaikhona Kholil, nilai “hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air bagian dari iman) kembali menjadi cahaya penuntun bagi generasi muda untuk membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.